Harga BUKU IMPOR adalah harga kurs/shipping cost saat pasang, dapat berubah tanpa pemberitahuan.
Harga Produk selain Buku dibawah Rp20,000 minimal pemesanan 2 pcs y :)
|
Sinopsis:
San Pietro, Colosseum, Menara Pisa, Danau Lugano, Mount Titlis, Lion Monument, Eiffel, Louvre, hingga windmolen. Itulah perjalanan Nurinwa berkeliling Eropa-dari Roma, Venesia, Paris, sampai Amsterdam. Di setiap perjalanan dia mengamati, mendengar, menggumam, mengenang, bersenandung, dan menyanyi. Dari gumam dan kenangan inilah Nurinwa juga membawa pembaca kembali ke tempoe doeloe, kepada masa kanak-kanak, dan kepada ibu. Nurinwa mencatat dengan amat cermat berbagai peristiwa lalu dan kini. Tak hanya sekadar kagum kepada Eropa, ia berbagi beraneka ingatan romantik serta berefleksi. Tentang menjadi Indonesia. Tentang arti pieta.“Pieta adalah karya kreatif Nurinwa yang menorehkan genre baru dalam dunia sastra Indonesia. Dalam Pieta, Nurinwa berhasil mengawinkan romantisme voyage dan eksotisme serenade. Gema romantisme Jules Verne Around the World in Eighty Days dan senandung eksotis kidungan serat Jawi kuno muncul dalam bentuk modern.”
-Prof. Dr. Fabiola D. Kurnia, Universitas Negeri Surabaya
“Pieta disajikan dengan kalimat-kalimat singkat tetapi penuh makna. Di sini seolah-olah tidak ada perbedaan antara sastra dan sejarah, fiksi dan nonfiksi. Imajinasi berkelindan dengan kenyataan. Membaca sastra hibrida postmodernis seperti Pieta membawa pikiran menerawang, mengagumi kebesaran Tuhan Sang Pencipta yang bersedih melihat manusia berkelahi semata-mata karena masalah yang sama sekali tak berarti.”
-Prof. Dr. Kutha Ratna, Universitas Udayana
“Pertama melihat buku ini saya bertanya dalam hati, mengapa pengarang memberi judul Pieta: Senandung Indonesia Raya. Sebagai orang yang punya latar belakang keagamaan, saya tentu menafsirkannya dalam kerangka khusus. Dalam patung Pieta terlihat Maria memandang (baca: mengontemplasikan) tubuh Yesus yang wafat. Ini adalah bagian sikap Maria yang dalam Alkitab dikatakan ‘menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya’. Artinya, bagi Maria, segala peristiwa dan pengalaman apa pun itu-punya makna dalam kehidupan. Demikian pula ini pemahaman saya-dalam segala peristiwa dan pengalaman yang melintas dalam sejarah Indonesia tersembunyi pesan yang harus digali. Semua mesti dilihat dalam cakrawala citacita kemerdekaan Indonesia.”
-I. Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta
Sebelum pesan baca dulu http://www.mantapmart.id/p/cara-berlangganan.html biar gk ada miskom y :)










0 komentar:
Posting Komentar