Harga BUKU IMPOR adalah harga kurs/shipping cost saat pasang, dapat berubah tanpa pemberitahuan.
Harga Produk selain Buku dibawah Rp20,000 minimal pemesanan 2 pcs y :)
|
Sinopsis:
Sebagai seorang pendidik, Abah Sabda merupakan sumber yang tak pernah kering untuk menjadi inspirasi. Pikiran, ucapan, dan tindakannya senantiasa sejalan sehingga banyak kalangan yang memetik inspirasi darinya. Inilah buku yang menampilkan keragaman sudut pandang dari mereka yang mengenal kiprah Abah Sabda.
***
Beliau bukan hanya tampil sebagai guru yang patut digugu dan ditiru karena ilmunya, tetapi juga karena pribadinya yang tulus dalam pengabdian dan tutur katanya yang polos tanpa tedeng aling-aling sebagai cerminan dari kerja keras dan hidup disiplin.
—Mgr. Antonius Subianto B., OSC
Pak Sabda berani tampil beda dan tetap sederhana dalam menapaki hidupnya sampai meninggalnya. Sepeda menjadi sahabat setianya. Dalam bekerja dia serius, sungguh-sungguh, jujur, bertanggung jawab, melaksanakan tugas sampai tuntas. Dalam relasi dengan sesama ia santun, hormat, altruistik, mampu menghargai orang lain, kendati orang itu masih muda sekalipun! Iman dan harapan merupakan fondasi hidupnya.
—Agustinus Sudarno, OSC.
Figur Pak Sabda adalah anomali yang menyempal dari kolektivitas umum; fenomena yang menunjukkan keberanian imani, kesungguhan komitmen, dan integritas individu. Dalam suasana individualisme yang super-religius namun sangat egosentris, oportunis, dan kosong di Indonesia hari-hari ini, Pak Sabda adalah sosok yang layak dikaji dan diteladani.
—Prof. Dr. Bambang Sugiharto, dosen filsafat di UNPAR, ITB, dan UIN Bandung
Apa yang dilakukan oleh Pak Sabda dalam melayani sesama, mengingatkan saya pada kata-kata bijak “Kecil itu indah”. Pak Sabda begitu peduli dengan hal-hal kecil yang sering dilupakan orang. Hal-hal kecil yang dilakukan oleh Pak Sabda, nampak begitu indah, karena dilakukan dengan kasih dan hati yang tulus.
—Sri Handayani Mulyo, S.H., Notaris/PPAT.
***
Beliau bukan hanya tampil sebagai guru yang patut digugu dan ditiru karena ilmunya, tetapi juga karena pribadinya yang tulus dalam pengabdian dan tutur katanya yang polos tanpa tedeng aling-aling sebagai cerminan dari kerja keras dan hidup disiplin.
—Mgr. Antonius Subianto B., OSC
Pak Sabda berani tampil beda dan tetap sederhana dalam menapaki hidupnya sampai meninggalnya. Sepeda menjadi sahabat setianya. Dalam bekerja dia serius, sungguh-sungguh, jujur, bertanggung jawab, melaksanakan tugas sampai tuntas. Dalam relasi dengan sesama ia santun, hormat, altruistik, mampu menghargai orang lain, kendati orang itu masih muda sekalipun! Iman dan harapan merupakan fondasi hidupnya.
—Agustinus Sudarno, OSC.
Figur Pak Sabda adalah anomali yang menyempal dari kolektivitas umum; fenomena yang menunjukkan keberanian imani, kesungguhan komitmen, dan integritas individu. Dalam suasana individualisme yang super-religius namun sangat egosentris, oportunis, dan kosong di Indonesia hari-hari ini, Pak Sabda adalah sosok yang layak dikaji dan diteladani.
—Prof. Dr. Bambang Sugiharto, dosen filsafat di UNPAR, ITB, dan UIN Bandung
Apa yang dilakukan oleh Pak Sabda dalam melayani sesama, mengingatkan saya pada kata-kata bijak “Kecil itu indah”. Pak Sabda begitu peduli dengan hal-hal kecil yang sering dilupakan orang. Hal-hal kecil yang dilakukan oleh Pak Sabda, nampak begitu indah, karena dilakukan dengan kasih dan hati yang tulus.
—Sri Handayani Mulyo, S.H., Notaris/PPAT.
Sebelum pesan baca dulu http://www.mantapmart.id/p/cara-berlangganan.html biar gk ada miskom y :)










0 komentar:
Posting Komentar