Pesan buku via web mantapmart.id atau email ke mantapmartid@gmail.com atau langsung whatsapp 085100749052.

Cari Blog Ini

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Masalalu Selalu Aktual


Harga BUKU IMPOR adalah harga kurs/shipping cost saat pasang, dapat berubah tanpa pemberitahuan.
Harga Produk selain Buku dibawah Rp20,000 minimal pemesanan 2 pcs y :)
Harga:Rp65,000 / Rp52,000 (20% Off) 
Penulis:P Swantoro | 
Penerbit:KPG 
Code:9786026208255 
Rencana Terbit:18 April 2016 
Jenis Cover:Soft Cover 
Halaman:435 
Ukuran:140 x 210 mm 
Berat:300 gram 
Bahasa:Indonesia 


Sinopsis:
HUMANISME yang historis, itulah tafsiran dan terjemahan konkret P. Swantoro terhadap visi humanisme-transendental Harian Kompas. P. Swantoro memang menulis tentang manusia, tetapi manusia itu tak pernah bisa dimengerti tanpa sejarah bangsanya. Maka, ia meletakkan manusia dalam horizon yang amat luas, horizon sejarah. Bila ia menulis tentang perjuangan, keberhasilan, maupun tragedi dan kemalangan manusia di Kamboja, Vietnam, Iran, Irak, Kurdi, Afganistan, Mesir, Kanada, Amerika, Inggris, dan sebagainya, ia selalu melacaknya dengan mundur ke belakang, meletakkan nasib manusia itu dalam sejarah bangsanya.

Begitu turun pesawat di lapangan Peking 19 Maret 1978, “(Perdana Menteri Cina) Chou En-Lai memelukku dengan hangat. Dan ternyata seluruh anggota Korps Diplomatik pun dihadirkan. Kata Chou En-Lai: Anda tetap Kepala Negara satu-satunya. Kami tidak akan mengakui yang lain.” Begitulah Sihanouk mengisahkan detik-detik penggulingannya sebagai Kepala Negara Kamboja. (“Pangeran Sihanouk dan Perjuangan Kamboja”)

Para anggota delegasi terdiam. Mereka tidak bisa memberi jawaban. Tapi Zhou punya jawaban sendiri: “Saya akan memberi penjelasan kepada Anda. Ia meninggal karena sedih. Ia meninggal karena patah-hati. Dan itu adalah kesalahan Uni Soviet. Mereka menipunya. Mereka mendorongnya ke suatu situasi, dan meninggalkannya. Mereka membiarkan hatinya hancur….”
(“Nasser, Nehru, Zhou, Tiga Negarawan Bersahabat”)

Ia tidak hanya mengemukakan pengamatannya, tetapi ia pun memberikan nasehat nya: “Dilalah karso Allah, begjo begjané kang lali, luwih begjo, kang éling lan was podo” – “Tetapi sudah menjadi kehendak Tuhan, betapa beruntung pun orang yang lupa, lebih beruntung orang yang selalu ingat dan waspada.”
(“Ronggowarsito, Pujangga Keraton Surakarta)
Sebelum pesan baca dulu http://www.mantapmart.id/p/cara-berlangganan.html biar gk ada miskom y :)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pelanggan Kami


 
2012 pengenbuku.NET