Harga BUKU IMPOR adalah harga kurs/shipping cost saat pasang, dapat berubah tanpa pemberitahuan.
Harga Produk selain Buku dibawah Rp20,000 minimal pemesanan 2 pcs y :)
![]() |
|
Sinopsis:
Kadang, sebagai pembaca, kita boleh tidak percaya. Masa sih bisa
jatuh cinta berulang kali tetapi hanya satu yang benar-benar
berarti? Lalu apa istilah yang lain kalau bukan benar-benar?
Yoko dan Rum, mungkin mau membuktikan hal ini. Perjalanan
cinta mereka berdua ternyata jadi urusan keluarga kedua belah
pihak, kekasih lama dan baru, teman dan sabahat, dengan segala
rasa iri, simpati, cemburu, atau rindu. Sehingga tidak pernah jelas
mana urusan pribadi dan mana yang mengurusi orang lain.
Berbelit, meliuk ke sana kemari, dan beberapa peristiwa terjadi tak
terduga.
Opera Jakarta, menampilkan kisah sehari-hari, dengan segala
kekuatiran dan keprihatinan kita. Tokoh-tokohnya bukan jagoan
yang biasa muncul di layar film atau layar televisi, yang kisahnya
habis setelah pertunjukan selesai. Justru sebaliknya, inilah kisah
para penonton setelah pertunjukan selesai.
Novel ini barangkali jadi semacam jembatan antara karya sastra
yang dianggap angker dan karya pop yang dipandang sebelah mata
pun tidak.
Ketika dimuat bersambung di Kompas, beberapa pembaca menulis
surat bahwa kisah dalam Opera Jakarta ini mirip dengan kisah
mereka. Komentar penulisnya, “Banyak kisah semacam ini diangkat
dari kisah sebenarnya, maka agak lucu jika justru mengilhami
kecocokan dengan masa lampau seseorang.”
Kita boleh percaya boleh tidak setelah membaca hingga selesai.
di jantung Jakarta ini
segala apa bisa terjadi
juga cinta, berulang kali
tapi hanya satu yang benar-benar berarti
kita baru tahu, sesaat sebelum mati
Titi Nginung adalah nama samaran Arswendo Atmowiloto pada suatu ketika.
jatuh cinta berulang kali tetapi hanya satu yang benar-benar
berarti? Lalu apa istilah yang lain kalau bukan benar-benar?
Yoko dan Rum, mungkin mau membuktikan hal ini. Perjalanan
cinta mereka berdua ternyata jadi urusan keluarga kedua belah
pihak, kekasih lama dan baru, teman dan sabahat, dengan segala
rasa iri, simpati, cemburu, atau rindu. Sehingga tidak pernah jelas
mana urusan pribadi dan mana yang mengurusi orang lain.
Berbelit, meliuk ke sana kemari, dan beberapa peristiwa terjadi tak
terduga.
Opera Jakarta, menampilkan kisah sehari-hari, dengan segala
kekuatiran dan keprihatinan kita. Tokoh-tokohnya bukan jagoan
yang biasa muncul di layar film atau layar televisi, yang kisahnya
habis setelah pertunjukan selesai. Justru sebaliknya, inilah kisah
para penonton setelah pertunjukan selesai.
Novel ini barangkali jadi semacam jembatan antara karya sastra
yang dianggap angker dan karya pop yang dipandang sebelah mata
pun tidak.
Ketika dimuat bersambung di Kompas, beberapa pembaca menulis
surat bahwa kisah dalam Opera Jakarta ini mirip dengan kisah
mereka. Komentar penulisnya, “Banyak kisah semacam ini diangkat
dari kisah sebenarnya, maka agak lucu jika justru mengilhami
kecocokan dengan masa lampau seseorang.”
Kita boleh percaya boleh tidak setelah membaca hingga selesai.
di jantung Jakarta ini
segala apa bisa terjadi
juga cinta, berulang kali
tapi hanya satu yang benar-benar berarti
kita baru tahu, sesaat sebelum mati
Titi Nginung adalah nama samaran Arswendo Atmowiloto pada suatu ketika.
Sebelum pesan baca dulu http://www.mantapmart.id/p/cara-berlangganan.html biar gk ada miskom y :)












0 komentar:
Posting Komentar