Harga BUKU IMPOR adalah harga kurs/shipping cost saat pasang, dapat berubah tanpa pemberitahuan.
Harga Produk selain Buku dibawah Rp20,000 minimal pemesanan 2 pcs y :)
![]() |
|
Sinopsis:
"MOHAMAD ISA BERANI MENINGGALKAN ZONA NYAMAN KOLONIAL DI SURABAYA UNTUK PINDAH KE PALEMBANG, BERBAKTI PADA MASYARAKAT, BERJUANG BAGI INDONESIA MERDEKA DAN MENGISINYA DENGAN SERANGKAIAN TINDAKAN VISIONER: MEMBANGUN PERMIRI, MEMBENTUK TRADING HOUSE NV KARET, DAN MEMPRAKARSAI BERDIRINYA UNIVERSITAS SRIWIJAYA.
“Almarhum Papa yang saya kenal merupakan seorang yang berpendidikan Islam
yang kuat namun moderat. Almarhum Papa merupakan seorang yang sangat hangat,
yang kerap kali dipandang sebagai fi gur ayah yang penyayang dan pembimbing
bagi keluarga dan banyak orang. Seorang fi gur yang menjunjung tinggi prinsip,
komitmen, dan loyalitas.”
—Sjamsidar Isa Tandaputra
Putri Bungsu Alm. Mohamad Isa
“Mohamad Isa dengan A.K. Gani keduanya saling mengisi dan mampu bekerja sama.
Mereka berdua seperti Dwi Tunggal Soekarno-Hatta untuk ukuran Sumatra Selatan.”
—Prof. Dr. Emil Salim
Mantan Ketua Wantimpres
“Pak Mohamad Isa seorang tokoh yang sederhana, tenang, dan memperhatikan anak buah.”
— Alm. Prof. Dr. Priyatna Abdurrasyid
Wakil Jaksa Agung RI, 1966-1971
“Lewat N.V. Karet, Bapak Mohamad Isa banyak membantu pendirian Universitas
Sriwijaya. Sekitar bulan Juni 1960 ada empat nama yang disodorkan kepada Presiden
Soekarno dan pilihan Bung Karno jatuh kepada dr. Mohamad Isa. Akhirnya beliau
diangkat menjadi Rektor pertama UNSRI.”
— Alm. Prof. Dr. Mochtar E endy, S.E.
Alumni UNSRI, Angkatan Pertama"
“Almarhum Papa yang saya kenal merupakan seorang yang berpendidikan Islam
yang kuat namun moderat. Almarhum Papa merupakan seorang yang sangat hangat,
yang kerap kali dipandang sebagai fi gur ayah yang penyayang dan pembimbing
bagi keluarga dan banyak orang. Seorang fi gur yang menjunjung tinggi prinsip,
komitmen, dan loyalitas.”
—Sjamsidar Isa Tandaputra
Putri Bungsu Alm. Mohamad Isa
“Mohamad Isa dengan A.K. Gani keduanya saling mengisi dan mampu bekerja sama.
Mereka berdua seperti Dwi Tunggal Soekarno-Hatta untuk ukuran Sumatra Selatan.”
—Prof. Dr. Emil Salim
Mantan Ketua Wantimpres
“Pak Mohamad Isa seorang tokoh yang sederhana, tenang, dan memperhatikan anak buah.”
— Alm. Prof. Dr. Priyatna Abdurrasyid
Wakil Jaksa Agung RI, 1966-1971
“Lewat N.V. Karet, Bapak Mohamad Isa banyak membantu pendirian Universitas
Sriwijaya. Sekitar bulan Juni 1960 ada empat nama yang disodorkan kepada Presiden
Soekarno dan pilihan Bung Karno jatuh kepada dr. Mohamad Isa. Akhirnya beliau
diangkat menjadi Rektor pertama UNSRI.”
— Alm. Prof. Dr. Mochtar E endy, S.E.
Alumni UNSRI, Angkatan Pertama"
Sebelum pesan baca dulu http://www.mantapmart.id/p/cara-berlangganan.html biar gk ada miskom y :)












0 komentar:
Posting Komentar